Fasilitas Sekolah Lengkap, Dapat MBG Pula, Surat Cinta Siswi dari Pulau Terluar untuk Presiden Prabowo

News10 Views
banner 468x60

Nias Utara, 21 Juni 2026 – Sebuah cerita menyentuh datang dari ruang kelas sederhana di SD Negeri 077279 Siofabanua, Kabupaten Nias Utara, Sumatra Utara. Seorang anak perempuan berusia sembilan tahun bernama Nasya Losefa Zega, siswi kelas III, mengungkapkan rasa bahagianya atas kehadiran fasilitas pendidikan lengkap dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah bagi siswa yang tinggal di pulau terluar.

Kisah ini bermula saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melakukan kunjungan kerja di Nias Utara pada Kamis (19/6). Dengan seragam sekolah yang dikenakannya rapi, Nasya berdiri di hadapan Mendikdasmen sambil menggenggam selembar surat tulisan tangan yang diberi judul sederhana namun penuh makna yakni “Surat Cinta untuk Pak Presiden.”

banner 336x280

Surat tersebut menjadi potret bagaimana berbagai program pemerintah mulai dirasakan langsung oleh anak-anak di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Dengan penuh percaya diri, Nasya menyerahkan surat tersebut kepada Mendikdasmen untuk diteruskan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Ini kamu tulis sendiri ya?” tanya Abdul Mu’ti saat menerima surat tersebut, dikutip Minggu (21/6).

“Ya saya tulis sendiri, Pak,” jawab Nasya.

Jawaban itu mengundang senyum sekaligus apresiasi dari Mendikdasmen. Ia memuji keberanian dan kemampuan Nasya menuangkan pikiran serta perasaannya melalui tulisan tangan.

“Bagus sekali. Nanti surat ini akan saya sampaikan langsung kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Mu’ti.

Dalam suratnya, Nasya bercerita sekolahnya kini telah mengalami perubahan yang membuat kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan berkat adanya renovasi sekolah dan kehadiran interactive flat panel (IFP) atau papan interaktif digital (PID).

“Terima kasih, Bapak Presiden. Sekolah kami sekarang sudah direnovasi dan kami belajar menggunakan Papan Interaktif Digital. Saya senang sekali bisa belajar bersama teman-teman,” tulis Nasya dalam suratnya.

Namun, surat Nasya tidak hanya berisi ucapan terima kasih. Ia juga menuliskan, “Mohon maaf, ini bukan bermaksud merepotkan Bapak,” ucapnya merendah dalam bait tulisan tersebut.

Kebahagiaan Nasya dan teman-temannya semakin lengkap dengan hadirnya program MBG. Nasya menceritakan bahwa setiap hari ia menunggu kedatangan mobil pengantar makanan yang membawa menu bergizi ke sekolah mereka. Program ini berdampak positif karena membuat Nasya kini bisa menabung uang jajannya untuk membeli perlengkapan sekolah.

“Setiap hari kami menikmati makanan yang enak. Uang jajan yang biasanya saya gunakan untuk membeli makan siang sekarang bisa saya tabung untuk membeli perlengkapan sekolah,” ungkap Nasya dalam suratnya.

Sebelum mengakhiri suratnya, Nasya menuliskan sebuah janji sederhana untuk terus rajin belajar, menghormati guru, dan menyayangi teman-temannya. Ia juga menyimpan cita-cita mulia untuk menjadi seorang guru agar kelak dapat mengajar anak-anak di desanya.

Surat kecil dari Nias Utara ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan bukan hanya fisik gedung atau teknologi, tetapi juga tumbuhnya kebahagiaan, harapan, dan mimpi baru di hati anak-anak Indonesia di wilayah pelosok.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *